Setelah diserang kelompok militan asal Somalia, al-Shabaab, politikus Kenya ramai mempertanyakan peran badan intelijen milik pemerintah (NIS). Mereka juga ditekan publik untuk menjelaskan bagaimana mungkin sekelompok teroris dapat masuk ke dalam pusat perbelanjaan membawa senjata berat dan amunisi lengkap.
Laman The Independent, Kamis 26 September 2013 melansir salah seorang politikus bernama, Gidion Sonko, mengatakan kepada Senat beberapa hari lalu bahwa dia telah memberi informasi kepada NIS soal rencana serangan para teroris ke Nairobi.
Informasi itu diperoleh Sonko dua bulan sebelum terjadinya serangan teror. Namun, peringatan itu tidak ditindaklanjuti. Beberapa kegagalan itu mengemuka ketika Daily Telegraph mengungkap bahwa kegiatan dan komunikasi mencurigakan telah terjadi, bahkan sejak enam bulan sebelumnya.
Menurut laporan pejabat berwenang Amerika Serikat, kelompok al-Shabaab memiliki kontak dengan seorang pegawai toko di mal Westgate. Ini menjadi alasan yang paling masuk akal mengapa mereka dapat memasukkan senjata berat semacam AK 47 masuk ke dalam. Hal itu diperkuat dengan kesaksian para pengunjung mal yang selamat.
Mereka melihat anggota kelompok militan itu membawa berbagai senjata berat saat menyerbu pusat perbelanjaan kelas atas itu. Harian New York Times bahkan menurunkan laporan, al-Shabaab sengaja menurunkan agen yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecurigaan di Kenya. Orang ini yang dipilih untuk memimpin skenario penyerangan. Kelompok ini sebelumnya juga sudah mempelajari interior mal dengan melihat cetak biru. NYT juga menyebut kelompok itu sudah berlatih sebelum menyerbu mal Westgate.
Intelijen bantah gagal. Sementara itu, pejabat NIS membantah institusinya dianggap gagal mencegah serangan teror. Mereka bersikeras telah melaporkan adanya potensi tindakan teror kepada polisi dan pejabat di lingkungan Presiden, sebelum serangan Westgate terjadi.
Namun, peringatan itu malah diabaikan. Harian Kenya, The Star, melansir sebuah bukti seorang polisi wanita yang tengah hamil tidak jadi ke mal Westgate pada Sabtu lalu.
Hal itu terjadi lantaran kakaknya, yang merupakan agen NIS, telah memperingati dia agar tidak menjadi korban serangan teror. "Kakaknya tahu bahwa adiknya itu tidak mungkin berhasil kabur," ujar seorang pejabat senior seperti dikutip laman The Independent.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar