Indonesia VS Malaysia 0-3 -> Pedagang Pusat Grosir Butung membutuhkan suntikan modal pascakebakaran yang nyaris menghanguskan seluruh kios, Rabu (15/12).
Dana tambahan akan digunakan memperkuat modal, sebab ratarata pedagang menderita kerugian mulai ratusan juta hingga puluhan miliar. Ketua Asosiasi Pedagang Grosir Butung Ikbal Hasan menyatakan, suntikan dana bank sangat dibutuhkan setelah pedagang mengalami kerugian besar.Modal usaha tersebut diharapkan dapat menggairahkan kembali pusat grosir terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI). “Kami butuh suntikan dana bank.Akibat kebakaran ini pedagang mengalami kerugian yang sangat besar.Kami juga meminta Pemerintah Kota Makassar lebih proaktif membantu dalam permodalan,” ujar dia kepada SINDO kemarin.
Asosiasi pedagang juga meminta perbankan memberikan keringanan bunga pinjaman kepada pedagang yang telanjur berutang di bank. Alasannya, pascakebakaran, aktivitas perdagangan tidak berjalan normal sehingga berdampak pada omzet pedagang yang mengalami penurunan. Saat ini pedagang kesulitan membayar utang kepada bank, lantaran aktivitas sempat terhenti selama beberapa hari pascakebakaran. “Kebakaran ini membuat aktivitas terganggu. Karena itu, kami meminta ada kebijakan dari bank menjadwal ulang pembayaran utang,”katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan SINDO, sejumlah pedagang menggelar dagangannya menggunakan mobil di pelataran bangunan pasar dan dua ruas jalan di sekitarnya,yakni Jalan Kalimantan dan Jalan Butung.Langkah darurat ini dilakukan agar pedagang bisa tetap bertahan dan pedagang dari seluruh pelosok daerah di Sulsel bisa dilayani. “Pasokan barang dari Pasar Tanah Abang, Jakarta, tetap lancar. Pedagang dari daerah tetap kami layani, termasuk yang ada di Makassar. Sekarang kami membutuhkan modal,”tandasnya. Pedagang dan pengelola juga membenahi gedung yang terbakar sekitar 20 jam ini.
Kebakaran ini menyisakan kerusakan di beberapa sudut ruangan di lantai satu sampai lantai tiga.Di basement,tingkat kerusakan lebih ringan dan siap digunakan kembali. “Sekarang gedung sudah dipasangi instalasi listrik dan siap digunakan kembali.Kami bersyukur karena gedung ini masih bisa digunakan,” tuturnya. Hanya, untuk memastikan layak tidaknya gedung ini digunakan, pihaknya masih menunggu hasil resmi uji kelayakan dari pemerintah yang rencananya akan diumumkan Senin (27/12). “Pedagang sudah siap kembali masuk ke gedung. Tinggal menunggu hasil resmi tim uji kelayakan pemerintah dan tim independen kami. Insya Allah masih bisa digunakan karena memang secara kasatmata masih layak,” ungkapnya.
Dia meminta pedagang bersabar dan tidak masuk ke dalam gedung sebelum ada hasil uji kelayakan dari pemerintah secara resmi. Uji kelayakan ini dibutuhkan untuk keselamatan para pedagang, termasuk pengunjung. “Kami berharap pemerintah bisa membantu pedagang dan pengelola agar proses renovasi gedung bisa diselesaikan secepatnya. Kasihan pedagang jika terlalu lama meninggalkan pekerjaannya. Kami juga meminta pemerintah turun ke lokasi untuk memberikan dukungan moral kepada pedagang,” tuturnya. Sementara itu,sampai siang kemarin, penyebab kebakaran masih simpang siur. Penyidik Polres Pelabuhan Makassar belum memberikan kejelasan terkait penyebab kebakaran yang mengakibatkan kerugian puluhan miliar ini.
Hasil penyelidikan tidak memberikan titik terang penyebab kebakaran. Polisi juga belum memastikan adanya kelalaian atau unsur kesengajaan yang menyebabkan pasar tertua di Makassar ini terbakar. “Sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran. Belum ada juga hasil tim laboratorium forensik. Polisi masih melakukan penyelidikan,” ungkap pengganti sementara Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar AKBP Muhammad Siswa kemarin.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar